Hampir setiap masyarakat Jabodetabek dan bahkan Indonesia mengenal Monas atau Monumen Nasional. Saat ini, bangunan bersejarah setinggi 132 meter tersebut sangat dikenal sebagai salah satu kawasan wisata utama di ibukota. Monas yang terletak di tengah lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat sangatlah mudah dijangkau oleh siapa saja yang ingin berkunjung dan murah meriah.

Suasana Monas saat malam hari (foto diambil saat perayaan Pesta Rakyat 20 Oktober 2014)
Menurut beberapa sumber, disebutkan bahwa Monas mulai dibangun pada 17 Agustus 1961 di bawah pemerintahan Presiden Soekarno dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Bangunan bersejarah yang diarsiteki oleh Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono tersebut memiliki mahkota berupa lidah api yang dilapisi oleh lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia yang menyala-nyala dalam merebut kemerdekaan dari pemerintah kolonial Hindia-Belanda.
![]() |
| Monumen Nasional atau Monas di tengah-tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat |
Karena nilai sejarah dan keunikan bangunan, maka tak aneh ketika setiap kali akhir pekan ataupun tanggal merah, bangunan ini selalu disemuti oleh pengunjung. Bahkan mereka rela mengantri untuk bisa menikmati puncak Monas. Waktu kunjungan Monas dibatasi dari pukul 08.00 - 15.00 setiap hari dan menurut sumber, Monas ditutup untuk umum setiap hari Senin di minggu terakhir setiap bulan. Kemungkinan hal ini dilakukan oleh pengelola untuk pemeliharaan bangunan yang tergolong sudah berumur.
![]() |
| Tugu Monas yang bentuknya unik dengan lidah api di mahkotanya |
Karena letaknya di pusat ibukota, dikelilingi oleh Jalan Medan Merdeka, maka akses menuju Monas sangatlah mudah. Jika kita ingin santai menikmati suasana ibukota, moda transportasi yang nyaman digunakan adalah Transjakarta (koridor Blok M - Kota dan Harmoni - Istiqlal).
![]() |
| Suasana antrian bus Transjakarta di Halte Blok M. Bus Transjakarta di koridor ini mempunyai rute Blok M - Kota dan melewati Halte Monas. |
![]() |
| Sejumlah pengunjung Monas menunggu kedatangan kereta wisata, Jakarta, Sabtu (2/4/2016) |
"Apa saja sih yang bisa didapat ketika kita mengunjungi Monas?", mungkin pertanyaan seperti ini sering terlontar di dalam benak kita yang belum dan akan mengunjungi Monas. Seperti tulisan di paragraf sebelumnya, bangunan ini merupakan bangunan bersejarah, sehingga konten dari Monas pun tidak jauh-jauh dari sejarah Republik Indonesia. Beberapa hal yang bisa kita nimati di Monas diantaranya adalah :
1. Relief Sejarah Indonesia, yang terletak di tiap sudut halaman luar Monas.
2. Museum Sejarah Indonesia, yang terletak di dasar bangunan.
3. Ruang Kemerdekaan, terletak di bagian cawan Monas. Ruang ini berbentuk amphiteater dan dapat dituju dengan menggunakan tangga berputar dari pintu sisi utara dan selatan.
4. Pelataran Puncak Monas dan Api Kemerdekaan, bagian ini dapat diakses dengan menggunakan lift. Biaya tiket menuju bagian ini adalah Rp. 15,000.00. Apabila kita berkunjung saat weekend atau hari libur nasional, maka bersiaplah untuk mengantri.
Di tengah padatnya rutinitas masyarakat Jabodetabek, maka Monas bisa menjadi alternatif pilihan wisata masyarakat Jabodetabek. Jika pun tidak masuk ke tugu Monas, setidaknya kita bisa menikmati luasnya Lapangan Medan Merdeka. Bagi yang ingin beraktivitas fisik, maka pagi dan sore hari adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi kawasan Monas. Sedangkan untuk yang akan memotret alias penghobi fotografi, maka menurut pandangan penulis, kawasan Monas sarat akan objek foto dengan genre street photography.



