Bagi masyarakat yang tinggal di Jabodetabek, libur panjang adalah saat yang dinanti-nantikan. Banyak dari mereka yang memilih memanfaatkan waktu liburnya untuk berwisata ke luar kota, misalnya Bandung, Jawa Tengah, dan Jogja. Alhasil, libur panjang juga menghasilkan kemacetan luar biasa baik di jalan tol, maupun jalanan sekitar tempat wisata. Bagi masyarakat Jabodetabek yang tidak ingin menghabiskan waktu dan budget untuk liburan di luar kota, tersedia berbagai macam tempat wisata di Jakarta yang bisa dibilang low budget tetapi tetap berkesan.
Di sini penulis mencoba untuk sedikit menorehkan coretan mengenai salah satu tempat wisata yang bisa dibilang sudah banyak dikenal oleh warga Jabodetabek bahkan luar Jabodetabek. Tempat wisata tersebut adalah Kawasan Kota Tua. Di abad ke-16 kawasan yang dikenal sebagai Batavia lama atau Oud Batavia ini dijuluki sebagai "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" oleh para pelayar Eropa karena kawasan ini merupakan pusat perdagangan untuk benua Asia.
Luas kawasan yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai kawasan Kota Tua adalah sekitar 1.3 kilometer persegi dan terletak di dua wilayah administrasi yakni Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Beberapa bangunan bersejarah yang dapat dikunjungi diantaranya adalah :
- Museum Fatahillah
- Lapangan Fatahillah, tempat ini sangatlah ramai dikunjungi oleh wisatawan dan aktivitas memotret selfie atau wefie menjadi aktivitas utama wisatawan,
![]() |
| Lapangan Fatahillah yang penuh oleh pengunjung. Foto ini diambil pada bulan Oktober 2014. |
- Museum Wayang
- Stasiun Jakarta Kota
- Museum Bank Mandiri
- Museum Bank Indonesia
- Cafe Batavia
- Gedung Merah
- Museum Seni Rupa dan Keramik
- Gedung Dasaad Mucin
![]() |
| Gedung Dasaad Mucin yang sudah rusak. Foto ini diambil pada bulan Oktober 2014. |
- Menara Syahbandar
- Museum Bahari
- Pelabuhan Sunda Kelapa
- dan masih banyak yang lain :)
![]() |
| Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta (24/6/2014). |
Banyak dari bangunan-bangunan tua di kawasan Kota Tua ini yang sudah mengalami kerusakan. Mengunjungi kawasan ini akan lebih menyenangkan ketika kita membawa kamera, karena oleh-oleh yang sejatinya diperoleh dari kawasan wisata ini adalah foto. Apalagi yang menggabungkan antara travel photography dan street photography, dijamin hasil fotonya bagus dan bermakna.
![]() |
| Ojek sepeda onthel di kawasan Kota Tua Jakarta. Biasanya banyak wisatawan yang memanfaatkan ojek sepeda onthel ini untuk menuju ke Pelabuhan Sunda Kelapa |
![]() |
| Penyewaan sepeda onthel di kawasan Kota Tua Jakarta. Jasa penyewaan sepeda ini banyak terdapat di sekitar lapangan Fatahillah. Foto ini diambil pada Juli 2014. |
Untuk mengurangi kemacetan kota Jakarta, alangkah bijaknya bila kita menggunakan transportasi umum untuk menuju kawasan Kota Tua. Banyak transportasi umum yang dapat kita gunakan, diantaranya adalah :
- KRL Commuterline (berhenti di Stasiun Jakarta Kota)
- Transjakarta koridor 1 (Blok M - Kota)
Kawasan ini akan selalu penuh oleh pengunjung setiap weekend dan juga liburan panjang. Tidak dipungut biaya ketika kita berkunjung ke kawasan Kota Tua. Kita hanya mengeluarkan biaya ketika memasuki beberapa gedung tua; diantaranya adalah Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan museum-museum lainnya di kawasan ini.





